Lewati navigasi

Ulang tahun bukanlah huru-hara, tepuk tangan, tiup meniup lilin bukan pula saling memotong kue…itu katamu,,,semoga kita tetap bisa kuat menghadapi semua ^_^

Thanks buat semua yang dah ngasih aku semangat baru di sisa usia yang tak pernah aku tahu kapan terhenti…
tapi yang jelas,aku ingin bermakna sebelum aku mati…dan ketika nanti aku telah tiada,semua sadar betapa aku begitu berati buat semua^_^

Mom…i miss u so much,kapan kita bisa bertemu??

ayah,maaf aku tidak bisa jadi anak yang berbakti dan bisa dibanggakan,,,tapi aku sangat menyayangimu,terima kasih dah mendidikku sebesar ini tanpa pernah aku tahu kapan aku bisa membalas setiap peluh yang kau keluarkan untukku,,,
aku ingin memilki kehidupan sendiri dengan seorang muhrimku,apakah kau mengizinkan aku menikah sekarang???jujur…aku lelah menapaki hidup ini sendiri,,,

kakak…meskipun idealisme qt berbeda, tapi aliran darah qt tetap sama. izinkan aku menjadi kupu-kupu, terbang bebas semauku, mencari pengalaman hidup agar aku semakin dewasa. tolong,jangan hakimi aku…aku manusia dan kamu juga manusia…hargai pilihanku karena hidup memang pilihan
tidakkah kamu sadar bahwa sebenarnya kamu sendiri yang menciptakan jurang itu antara qt, dan aku tak pernah tahu dimana jembatannya..???!!

Allah…mudahkan semua urusanku
bantu aku menggapai semua mimpiku…sungguh tiada daya upaya kecuali daya dan upaya dari Engkau…

....???

....???

semua yang ada di dunia ini bersifat semu. apa yang tampak oleh indera, tidak selamanya seperti itu adanya… semua tersekat oleh tabir yang tak terbatas. Hanya Dia yang mampu menyibak setiap tabir penghalang.

lantas…apa kita masih pantas, menjastifikasi manusia yang tak sejalan dengan kita???

padahal kita tak lebih baik dari mereka, bahkan mungkin lebih hina. ..

hukum benar-salah bisa diukur dari mana??

sementara tak ada satu ilmuwan sekalipun yang mampu menyelami setiap sekat hati manusia…

Kau tau Allah Maha Pemaaf…

dan yang terpenting hidup kita terlalu singkat untuk mencari setiap kesalahan setiap orang…sementara kita tak juga bebenah diri…

jika mencintai adalah pilihan,
mungkin aku lebih tak akan memilihmu untuk aku jadikan orang yang aku cintai
karena aku belum benar-benar begitu mengerti apa arti cinta,
yang ku tau, semua yang kucintai selalu terluka dan kemudian ia menghilang
tak ada yang benar-benar bisa bahagia dan tenang ketika ia harus melewatinya bersamaku
kenapa kau masih bertahan?
Jika mampu, ingin saja aku menghilang, pergi dari kehidupanmu,
Tapi, aku masih begitu sangat membutuhkanmu untuh menemaniku menjalani hidup yang terkadang membuatku menangis tanpa sebab,
Yaa…aku memang begitu egois, aku tak ingin melepasmu, tapi aku selalu membuatmu terluka dan tertekan.
Cinta macam apa ini? Bagaimana mungkin cinta bisa membuat yang dicintainya terluka.
Sungguh, aku benci diriku.
Aku benci pertemuan
Mungkin, seandainya kemarin kita tak dipertemukan aku tak perlu melakukan dosa besar
Dosa besar itu adalah mencintaimu sementara aku tak bisa menjagamu.
Maafkan aku…
Aku begitu tertekan di sini. Melihatmu marah, sedih, kecewa membuatku merasakan perih yang amat sangat.
Tapi kenapa saja aku selalu melakukan hal yang membuatmu merasakan itu semua.
Tolong aku, aku benar-benar tersiksa..

Asa yang Memudar

Embun perlahan menetes di antara gemerisik angin pagi

Udara yang membekukan tulang seakan terus meyayat seperti pisau

Darah otakku pun seakan ikut membeku

Tersayat-sayat gemerisik angin pagi

Otakku berkata, kenapa aku ada?

Hatiku menjawab….karena memang itu takdir

Aku tetap tak mengerti takdir, karena kanyataanya aku ada untuk sendiri

Serperti jiwaku yang selalu merintih sepi,

akupun selalu menagis menghadapi pagiku

dan setiap aku tahu pagiku tak membuat semua lebih baik,

aku semakin menangis tergugu di tempat absurd tak berarti

bolehkah aku tertawa?tanya otakku sekali lagi

hatiku menjawab….tentu saja boleh!!kenapa kamu menanyakan pertanyaan yang konyol sekali??hatiku balik bertanya.

Konyoll? Konyol yang seperti apa?jawab otakku

Aku tak pernah tahu apa aku boleh tertawa,

karena nyatanya setiap kali aku mencoba tertawa, justru aku merasakan pisau yang tak berhenti menyayatku

dan akhirnya bukan tawa yang rasakan

tapi air mata yang butirannya selalu saja menohok jiwaku yang terserak luka

oooh….otakku benar-benar telah beku

bahkan ia menentang hatiku

dan aku semakin bingung menghadapi pagiku….

dimana harus kujawab pertanyaan-pertanyaan konyol otakku??

Kini aku semakin merasakan sakit

Dan otakku terus membuat aku merintih dan benci menghadapi pagi,,,

Seandainya kamu bisa mengerti,,,hanya ikhlas dan sabar yang bisa menjawab semuanya!!bisik hatiku padaku

Tapi aku tak mendengarnya, karena otakku telah menguasaiku dengan pertanyaan-pertanyaan konyolnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.